Posted in Love

CINTA YANG TAK TERUCAP

Pertama kali aku memandang wajahnya, ada sesuatu yang ku rasakan pada detik itu juga . Entah lah, aku sendiri tak tahu apa yang sedang ku rasakan. Namun, saat aku memandangnya, seperti ada tarikan dari sorot matanya itu.
Hmm, sulit sekali tuk diungkapkan.
Pagi ini, ku lihat dia hanya tersenyum memandangku. Mungkin senyuman perkenalan atauuu ?????????
Aku cuma membalas senyumannya saja. Dalam hati, ku sedikit deg-degan. Saat ku melangkahkan kaki ini menuju kelas, seperti ada sepasang mata yang memandangku dari ujung sana. Ya ya ya, gadis yang memakai kacamata itu sepertinya tak asing lagi.
“ Pagi sist !! “
“ Yaaa,,, pagiiiiii ….. “, sedikit senyum di bibirku.
“ Tumben amat, pagi berangkatnya. “
“ Ya begitulah. “
“ Ehm , kenal cowo itu nggakkk ???”, tanya Sisil sambil menunujuk kearah laki-laki yang tadi pagi senyum padaku.
“ Nggak. Kenapa ?”, jawabku rada ketus.
“ Ngga pa-pa.”

Bel masuk berbunyi, pelajaran pun dimulai. Jam pelajaran pertama di kelasku, Bahasa Indonesia. Pelajaran favoritku.
Pak Syahri, guru Bhs.Indoku masuk kelas dan menyapa anak-anak.
“ Pagi anak-anak..”, dengan nada khas yang sudah tak asing di telingaku.
“ Pagi , Pak. “
“ Iya, kali ini kita akan membahas tentang Polisemi. Ada yang tahu?? “, tanya guru itu.
“ Ngga pakkkk !!!!!!!”, kompak anak laki-laki yang duduk di belakangku.
“ Masa ngga pada tahu siihhh?????”, ledek sang guru.
Si Edo cengar-cengir mendengar suara sesorang dari kelas lain.
“ Edo, kenapa kamu? Senyam-senyum sendiri kaya orang gila.”
“ Itu Pak, anu itu….”
Sontak, anak-anak lain pun tertawa.
“ Ya sudah-sudah, sekarang ke perpustakaan. Cari arti tentang polisemi, kalo sudah tinggal buat kalimatnya ya , Edo..”
“ Eh, ya pak..”

Di perpustakaan, murid-murid sibuk nyari arti kata ‘POLISEMI’. Huamm, tak terkecuali aku. Yahh, tanpa terasa hampir dua jam pelajaran.
Aku duduk terdiam, di pojok ruangan. Aku merenung, masih memikirkan hal yang tadi pagi itu. Sebenarnya, siapa laki-laki itu sih? Ngga tau akh, aku mau mikirin UAN dulu, batinku.
Usai sudah pelajaran Bhs.Indo, Pak Syahri memberi tugas pada anak-anak untuk membuat kalmat ber-polisemi.
“ Dikumpulkan besok, ke ruangan bapak loh.”, ujar beliau.
“ Sipp pak !”,

Setelah berjam-jam lamnya waktu di sekolah, akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Ya, jam pulang. Hmm, aku berjalan sendiri menuju pintu gerbang. Ramainya sekolah ini. Tanpa disengaja, aku melihat laki-laki yang tadi pagi.
Senyum manisnya seakan menghipnotisku. Eh…
GUBRAKKKK!!!!! Jatuh juga. Saking asyiknya aku melihat senyum laki-laki itu.
Ku lihat kanan-kiri. Murid-murid lain tertawa. Aduh, malu dehhhh…, batinku.
Aku langsung berdiri. Malu akan kejadian tadi.
Jemputanku akhirnya datang, aku lari menuju mobil. Setengah malu atas apa yang tadi terjadi.
“ De, kamu kok senyum-senyum sendiri sih. Ada apa hayooo????”, ledek Ka Fitra.
“ Ngga ka…”
“ Masa?????”
“ Ya.”
“ Boong????? Hayo, kenapa yahh???”
“ Nggaaaaaaaaa!!!!!!”
“ Huuuuuuu….”
“ Hehehehehehe..”

Wajahmu mengalihkan duniaku…Suara Afgan di HPku seakan menyindir. Ku ingat lagi wajah Sang Pangeran itu.
Malam hari, aku masih saja memikirkan laki-laki itu. Sampai akhirnya, ku tertidur dan….
“ Aku sayang sama kamu, maaf… Mungkin aku ngecewain kamu. Tapi, aku pilih dia yang terbaik untukku….”, ucap seseorang di mimpi itu.
“ Jangaaannn!!!!!!!”, aku pun teriak dan terbangun..
Hahhh???? Mimpi??? Anehh..
Jam di dinding menunjukkan pukul 02:00, tapi aku malah tak memejamkan mata ini.
Ku pun teringat akan mimpi tadi. Siapa laki-laki itu.
Dua jam sudah aku merenung. Mata ini tetap tak mau terpejam.
Ayam berkokok. Adzan berkumandang. Mata ini tak mau diajak kompromi, lama-lama aku tertidur.
Tok..tok..tok..
“ Dila, bangun..”, kata Mamah.
Tok..tok..tok..
“ Bangun saying, udah jam 6:30….!! Dila.. Bangun..”
Aku tersadar, kaget ..
“ Mamah kok baru bangunin Dila siiihhhh!!!! Kesiangan nih…”, jawabku.
“ Eh, kok kamu malah nyalahin mamah sih Dil. Kamu semalem tidur jam berapa? Ngga biasanya kamu kesiangan gini kan???”
“ Ngg…. Ya udah, Dila cuci muka aja. Udah telat.”
“ Ya , cepet sanah!!”

Tanpa basa-basi, sesudah mandi dan berpakaian, aku langsung berangkat dengan tergesa-gesa.
“ Dil, ngga sarapan??”, tanya Ka Fitra.
“ Ngga usah ka,, takut telat!!!!!!!”
“ Owwww…”
Di mobil, jam menunjukkan pukul 6:50. Aku cemas, padahal hari ini jam pertama pelajaran B.Indo.
Hahhhhhh!!!!!!!!!????? B.indoooo?????? Akhhhhh, LUPAAAA!!! PR!!!!! Aduh, gimana nih…??? , aku semakin cemas dan panik.
Gara-gara semalam, aku lupa akan PRku.
Di sekolah, bel masuk berbunyi tepat saat aku berada di gerbang. Aku berlari menuju kelas. Namun, tiba-tiba saja aku melihat sesosok laki-laki yang tak lain, Rizky.
Dialah yang selama ini aku kagumi. Tak disangka, ternyata Rizky sudah dimiliki oleh seseorang. Ku lihat dia berdampingan, dan bergandengan dengan seseorang yang ku kenal.
Sisil, sahabatku sendiri. Memang, tak ada salahnya jika Sisil dapat memiliki Rizky.
Toh, Sisil juga tidak tahu kalau aku suka pada Rizky. Ku akui, hati ini memang sakit, tapi apa mau dikata. Semua sudah terjadi.
Mungkin jika Rizky tahu bagaimana perasaanku sebenarnya, dia belum tentu memiliki perasaan yang sama padaku. Atau justru malah sebaliknya.

Saat dikelas, untunglah Pak Syahri tidak ada. Beliau hanya memberi tugas untuk mengerjakan LKS. Ku menengok kea rah Sisil. Nampak sedikit senyum memancar dari bibirnya. Namun, perasaan memang tak dapat dibohongi. Ada sedikit perasaan benciku padanya.
Usai sudah sekolah hari ini. Aku melihat Rizky menjemput ke kelasku, atau lebih tepatnya kelas Sisil.
Ku tahu sekarang, apa arti mimpi itu. Rizky memilih Sisil. Tiba-tiba, emosiku tak terkontrol. Aku refleks menangis keras sekali dan berlari sengaja menabrak mereka berdua. Mereka kaget dan tak mnyangka, jika aku ternya sengaja menabrak mereka.
Sisil mengejarku, memnta penjelasan. Mengapa tadi aku begitu.
Aku menjelaskan padanya, kalau sejak dulu aku suka pada Rizky. Sisil tak percaya, tiba-tiba saja dia menamparku. Aku terus menangis, berlari dan berlari.
Sampai akhirnya, aku tertabrak truk. Spontan, murid-murid lain yang berad di depan sekolah berteriak melihat kejadian itu.

Aku merasakan, tubuhku yang lemas dan tak berdaya ini dibawa ke dalam mobil.
Sepertinya, aku akan dibawa ke rumah sakit. Sampailah aku di RS. Dibawa tubuhku ke ruang UGD. Ku harap, semua orang yang telah mengecewakanku, dapat sadar atas apa yang telah mereka lakukan. Dan hatiku ikhlas tuk memaafkan.
Malam hari, aku terjaga dari tidurku. Ku rasa detak jantungku melemah. Ku tak sanggup lagi menjalani esok pagi jika aku sembuh. Akan banyak lagi kekecewaan dihatiku.
Rizky, Sisil, Mamah, dan Ka Fitra, aku harap kalian bahagia di dunia ini. Biarlah ragaku tak bernyawa lagi, biarlah aku hilang dari bumi milik-Nya. Ku ingin tertidur selamanya…

Malam,,
bergantilah pagi,
biarlah hidup ini bersinar lagi..
semoga,
esok dan seterusnya
aku ..
dapat bahagia di sana..
Malam,,
bergantilah pagi..
agar sang Surya tersenyum
melihat kepergianku.
melihat aku letih
akan dirinya
Sang Belahan Jiwa
yang tak akan
pernah
menjadi Bagian Kebahagiaanku…

NB: Ini adalah cerpen pertama buatanku sendiri. ASLI. Dibuat pada saat kelas 2 SMP. Hehehehe.

Author:

Freelance Writer. 20. English Literature student.

4 thoughts on “CINTA YANG TAK TERUCAP

Insert New Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s