Posted in Info

Renungan :)

Assalamu’alaikum, sahabat, berikut saya share dari sebuah blog tentang alasan wanita enggan berjilbab…

10 alasan wanita enggan berjilbab adalah:

1. Jilbab tidak menarik. Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.

2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab. Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.

3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain. Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami. Atau (kedua) karena dia Cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.

4. Karena merasa gerah dan panas. Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat. Syetan telah telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi mengantarkannya kepada panas api neraka.

5. Takut tidak istiqamah. Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik ‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’. Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.

6. Takut tidak laku kawin, jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan jilbab. Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya tidak sebenarnya. Justru berakibat buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya perkawinan adalah nikmat dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang audah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng. Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.

7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya. Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat, bukan dengan mengobralnya.

8. Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah. Jika Allah memberi hidayah, pasti kami akan mengenakannya. Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.

9. Belum waktunya. Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat waktunya, misalnya karena masih anak2 atau masih remaja. Ada yang akan mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji. Jawabnya adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu tdk mengenal usia, tua maupun muda.

10. Tdk mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu. Jawabannya, bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena dibuat2 utk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang senantiasa menaati perintah Allah & golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan yang melanggar perintah Allah.

Mohon menjadi bahan renungan bagi sahabat yang membacanya…

Sumber : arrahmah.com

***

Kaum perempuan dilarang menampakkan bagian-bagian tubuhnya secara bebas dihadapan umum atau lelaki bukan mahramnya.Mereka dilarang berpakaian dengan menampakkan tubuhnya demikian rupa sehingga menimbulkan godaan kepada laki-laki.Kebiasaan menampakkan tubuh dengan berpakaian yang merangsang semacam ini disebut tabarruj.Imam Bukhari menyatakan bahwa yang disebut tabarruj yaitu memperlihatkan bagian-bagian menarik dari tubuh perempuan.

Untuk melindungi masyarakat dari pengaruh buruk tabarruj,memelihara kehormatan kaum perempuan dari gangguan laki-laki,dan menjaga kesucian mereka,Islam dengan tegas melarang tabarruj dan memerintahkan kepada kaum perempuan untuk menggunakan jilbab.

Dengan berjilbab,dengan mudah dapat dibedakan mana perempuan mukmin dan mana perempuan kafir yang terbiasa menampilkan bagian-bagian tubuhnya kepada orang lain.Rasulullah ternyata telah menyatakan bahwa perempuan yang berpakaian menampilkan bentuk tubuhnya demikian rupa kelak diakherat akan berada dalam keadaan gelap gulita tanpa sinar cahaya sedikitpun.

Seperti yang tersebut dalam sebuah hadits,bunyinya:
“Perempuan-perempuan yang berpakaian dengan menampilkan bagian-bagian tubuhnya kepada lelaki bukan mahramnya akan berada dalam kegelapan tanpa cahaya sedikitpun pada hari kiamat.”(HR.Tirmidzi)

Menampakkan bagian-bagian merangsang dari tubuh perempuan adalah perbuatan menghancurkan kehormatan manusia,mendorong penyelewengan,dan menggalakkan hawa nafsu.Oleh karena itu,amat tepat bila Allah mengharamkan kepada perempuan-perempuan semacam itu untuk merasakan baunya syurga.

Pemakaian jilbab hukumnya sama wajibnya dengan hukum shalat.Orang yang mengingkari kewajiban ini berarti murtad dari Islam.Jika seorang muslimah tidak berjilbab karena meniru cara berpakaian masyarakat yang telah rusak,sedang mereka tetap punya keyakinan bahwa hukumnya wajib,perempuan semacam ini dihukumi fasik.

Semoga kita kaum perempuan bisa menjaga diri dan kehormatan dengan apa yang telah diajarkan Islam,berpegang teguh dan ikhlas hanya mengharap ridha Allah Swt.

Amin…amin…amin ya robbal ‘aalamiin….

Author:

Freelance Writer. 20. English Literature student.

Insert New Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s